Senin, 06 Juni 2011

IBD - Kebudayaan Meksiko

Selama hampir 3.000 tahun, Meksiko menjadi tempat beberapa peradaban maju seperti peradaban Amerindian, Maya dan Aztec. Tibanya penjajah Spanyol di bawah pimpinan bijak Hernan Cortes pada awal abad ke-16, dan kemenangan mereka atas kaum Aztec pada 1521, menandakan mulanya era pengkolonian Meksiko sebagai Spanyol Baru.
Pada 15 September 1810, kemerdekaan dari Spanyol telah dinyatakan oleh Miguel Hidalgo y Costilla di Dolores yaitu sebuah kota kecil. Ini merupakan titik permulaan peperangan untuk kemerdekaan yang dikenali sebagai Perang Kemerdekaan Meksiko yang berakhir dengan kemerdekaan pada 1821 dan pembentukan Kekaisaran Meksiko yang Pertama.
Selepas merdeka, semua negara di Amerika Tengah kecuali Chiapas, setuju untuk tidak menjadi sebagian anggota kekaisaran ini. Selepas kejatuhan Kekaisaran Meksiko ke tangan pihak republikan di bawah pimpinan Antonio López de Santa Anna, Republik yang pertama telah dibentuk dengan Guadalupe Victoria sebagai Presidennya yang pertama. Di bawah pemerintahan Santa Anna, penduduk di bagian Texan yaitu di Coahuila dan Texas telah memberontak dan menuntut kemerdekaan dari pemerintah Meksiko. Penduduk di sini, terutama penjelajah berbangsa Inggris, telah membentuk Republik Texas. Pemberontakan ini telah mencetuskan peperangan yang terkenal yaitu perang di Alamo di antara militer Meksiko dan Texas. Akhirnya pada 1836, Texas mendapat kemerdekaan dan Republik Meksiko semakin mengecil. Pada 1840-an, negara ini telah diserang oleh Amerika Serikat yang mengakibatkan kehilangan wilayah yang amat besar, termasuk Alta California, Arizona, Nevada, Utah dan New Mexico. Pada 1860-an negara ini sekali lagi diserang, kali ini oleh bala tentara Perancis, yang ingin menaikkan Archduke dari Austria Ferdinand Maximillian sebagai Maharaja Meksiko, dengan sokongan pendeta Katolik dan golongan Creole yang konservatif. Namun pemerintahan beliau berakhir dengan peristiwa berdarah, di mana Benito Juarez bekas presiden Meksiko telah dilantik kembali sebagai Presiden. Pada mulanya, Jenderal Ignacio Zaragoza berhasil menewaskan tentara Perancis pada 5 Mei (atau Cinco de Mayo, dalam bahasa Spanyol) 1862 dalam Perang Puebla tetapi akhirnya terpaksa mengalah, dan Napoleon III dari Perancis, Maharaja Perancis, telah mengangkat Ferdinand Maximillian dari Austria sebagai Raja Meksiko pada 1864. Namun dalam masa yang singkat yaitu hanya tiga tahun, kerajaan Maximillian telah ditumbangkan oleh Juarez dan ia dihukum bunuh.
Selepas kematian Juárez, anarki telah terjadi dan berlarut-larut selama 30 tahun bermula dengan Pemberontakan Meksiko yang diketuai oleh Porfirio Díaz pada tahun 1910. Tokoh-tokoh yang terkenal sewaktu Pemberontakan Meksiko termasuklah Francisco I. Madero, Venustiano Carranza, Pancho Villa, Alvaro Obregon, Victoriano Huerta, dan Emiliano Zapata. Kaum pemberontak telah menewaskan tentara persekutuan, tetapi mereka terpaksa menghadapi pergolakan di dalam dan negara berada dalam keadaan konflik selama dua dekade lagi. Pemberontakan berakhir pada 1930-an, Partai Institusi Revolusi (PRI) mengambil alih pucuk pemerintahan dan berkuasa selama 70 tahun hingga akhir abad ke-20. PRI merupakan suatu barisan yang terdiri dari beberapa kelompok pemberontak yang menginginkan pertandingan politik berjalan secara aman. Pada Juli 2000, Partai Aksi Nasional (PAN) yang dipimpin oleh Vicente Fox Quesada telah berhasil merampas negara ini dari PRI melalui pemilu yang bebas.
Krisis pertama yang dihadapi oleh Presiden Fox ialah pemberontakan di Chiapas olh kelompok Ejército Zapatista de Liberación Nacional (EZLN). Chiapas merupakan negera bagian yang termiskin di Meksiko dan pemberontakan telah bermula sejak 1994. Sebaik sahaja diangkat sebagai Presiden, ia telah mengarahkan semua laskar segera mundur dari negeri tersebut. Jalan raya pemisah juga ditarik balik dan markas militer di sana telah ditutup. Setahun selepas itu, satu perjanjian damai telah dibuat dengan kelompok pemberontak EZLN. Di samping itu, Presiden Fox terpaksa berhadapan dengan masalah kebijakan di negara ini yang terkenal dengan pengambilan sogok. Ini ditambah pula dengan tingkat kejahatan yang amat tinggi terutama di Mexico City merupakan masalah yang utama di negara ini.

Kesimpulan : Kebudayaan di Meksiko itu tidak jauh beda dengan di Indonesia, jadi sebagai warga Negara yang baik, kita harus menghargai budaya kita sendiri dan budaya orang lain termasuk budaya meksiko.

Sumber : http://putra-putra69.blogspot.com/2010/09/kebudayaan-meksiko.html